Mahasiswa yang Tidak Bisa Mudik, Pemda Malinau Berikan Bantuan

  • Whatsapp

TERASKATAKALTARA.com, Malinau – Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM menerangkan bahwa ditengah pandemi Covid-19 yang melanda, banyak warga Malinau khususnya para pelajar/mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah tidak bisa kembali atau pulang ke Malinau karena pandemi tersebut.

Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Malinau siap membantu untuk meringankan beban mereka selama menghadapi pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Karena yang paling banyak di luar daerah ini adalah mahasiswa, maka arahan bupati dalam hal ini meminta kami untuk segera mengalokasikan anggaran untuk membantu setiap mahasiswa sekitar 1 juta rupiah,” ujar Dr. Ernes saat ditemui usai berkunjung ke RSUD Malinau, pada Jum’at (01/05).

“Jika dalam proses ini ternyata masa tanggap darurat bertambah, maka kita lihat situasinya lagi seperti apa arahan bupati. Apakah akan menambah atau cukup dengan yang sudah ada,” imbuhnya.

Karena itu, mahasiswa yang berada diluar daerah Malinau diharapkan segera melapor ke pemerintah daerah yaitu pada Bagian Umum Sekretariat Daerah atau melalui Sdr. Gunawan. Selain itu juga bisa melapor ke Ketua Koordinator Perwakilan Mahasiswa yang ada.

“Sementara yang sudah kita salurkan itu ada di Tarakan, Samarinda, Yogyakarta dan mungkin saja ada mahasiswa yang belum terdaftar, bukan berarti kami tidak terima. Hanya saja tidak bisa kita cek satu persatu dalam situasi ini,” ungkapnya.

“Jadi kami harapkan mungkin dari mahasiswa bisa menunjukkan koordinator kemudian menyampaikan data itu ke Pemda Malinau,” imbuhnya.

Kemudian disampaikan juga kepada warga Malinau yang memiliki keluarga, anak, saudara yang ada di luar daerah bisa melaporkan ke pemda untuk di data.

“Artinya mereka yang lebih tahu siapa yang bersekolah di luar,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah mendata sekitar 175 mahasiswa. Tetapi di yakini masih banyak lagi mahasiswa di luar daerah yang belum terdaftar.

“Data ini adalah mahasiswa yang ada di asrama, yang ada perkumpulannya, sehingga mudah. Kalau yang sendiri ini yang kita agak kesulitan untuk mendata mereka. Karena itu diharapkan keluarganya bisa melaporkan ke Pemda Malinau,” tuturnya. (*)

Pos terkait