Alur Penularan Covid-19 Malinau Mulai Terdeteksi.

  • Whatsapp

Bupati Malinau, Dr. Yansen TP, M.Si melakukan video conference

Malinau – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengikuti Video Conference bersama Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Satgas Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Gubernur Kalimantan Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Perwakilan BPKP Kalimantan Utara serta Bupati/Walikota Se Kalimantan Utara bertempat di Ruang Laga Feratu Lantai III Kantor Bupati Malinau, Selasa (05/05/2020).

Video Conference yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malinau ini juga dihadiri Wakil Bupati Malinau, Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Asisten Administrasi Umum, Inspektur Kabupaten Malinau, Kepala BPKAD Kabupaten Malinau, Kadis Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau, Kepala BPBD Kabupaten Malinau, Kadis Sosial Kabupaten Malinau, Kanit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Malinau, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malinau, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Malinau dan Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau.

Video Conference juga melibatkan pihak bersama Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Satgas Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Gubernur Kalimantan Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Perwakilan BPKP Kalimantan Utara serta Bupati/Walikota Se Kalimantan Utara.

Dalam pelaksanaan video conference Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan dari KPK, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan BPKP “saya kira menyangkut masalah penanganan corona ini sudah berjalan hanya persoalannya pedoman-pedoman yang memang harus lebih banyak kita pahami, sehingga akhirnya nanti ketika pasca corona ini kita tidak ada masalah lagi tapi kemudian kita melakukan pertanggungjawaban, saya kira pertemuan kita ini sangat baik untuk kami sehingga kedepan yang seperti terjadi di kami diberikan arahan ketika kami menggadakan perangkat SWAB ya tidak diperbolehkan, kami tidak memikirkan itu lagi nah seperti itu, kami ucapkan terima kasih atas arahan ini. ”

“Kemudian perkembangan di Malinau berjalan baik saja, dalam artian bahwa perjalanan penularan covid-19 di Kaltara khususnya di Malinau sudah mulai terdeteksi dengan baik, tadi dari paparan bapak Gubernur kelihatan ada menyebut Klaster Langap. Tapi ini perlu saya jelaskan juga, Klaster Langap itu penyebarannya dari orang yang datang dari jakarta tidak usah saya sebutkan, kemudian dari Makassar menyebar ke Bulungan, kemudian masuk ke Malinau. Nah itu yang terjadi di Malinau tapi kami sudah melacak itu sampai hari ini, kalau tidak salah kemarin sudah regenerasi ketiga kami temui. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini semua dapat terlacak sehingga kalau nanti selesai, pencegahan dan penanganan kalau berhenti ya total berhenti karena kami di Malinau terus mencari bukan menunggu, dua fasilitas yang ada kami bersyukur bisa menampung sementara termasuk dari KTT, karena kami merawat satu orang di Diklat pasien dari KTT ini sebagai informasi saja kami merawat pasien dari KTT.”

Kemudian saya kira paling penting disini adalah bagaimana daya dukung dari Provinsi terhadap apa yang bisa kita dikerjakan ini yang paling penting karena kami berusaha tapi tidak bisa menggumpul sama seperti alat SWAB itu jadi tadi bapak singgung itu mudah-mudahaan itu segera diadakan persoalan kami sekarang adalah pasien yang positif ini jangka waktu untuk repid kedua yaitu itu sudah lewat sebenarnya baru datang hasilnya sudah termasuk seharusnya hasilnya negatif tetapi ya itulah keadaan yang ada sehingga kita memilih dapat memberi keyakinan kepada masyarakat tentang posisi barang ini, ini sudah ada satu bulan lebih di rumah sakit dan dua yang sudah sembuh, maka kami berharap kepada Bapak Gubernur Kalimantan Utara pengadaan alat itu untuk segera dilaksanakan. Untuk penangganan Covidnya di Malinau sudah berjalan hanya mungkin dampaknya yang ini sedang kita diupayakan termasuk bantuan kepada mahasiswa/mahasiswi diluar dearah ” terangnya. (*/pemkabmalinau)

Pos terkait