Dukungan Terhadap Pembangunan Kawasan Industri Hijau di Kaltara

  • Whatsapp

TERASKATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kaltara memiliki nilai baik bagi Kalimantan Utara Khususnya Kabupaten Bulungan.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Kaltara Ihin Surang mengatakan, kawasan industri hijau nantinya menghasilkan energi hijau terbarukan, yang dapat menekan penggunaan energi fosil. Yang efeknya dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim.

“kami sangat mendukung. Bukan hanya sekadar pertemuan dan membahas soal ekonomi hijau, melainkan harus ada aksi di lapangan atau tindakan dari pemerintah,” ujarnya, Minggu (14/8) lalu.

Bahkan, beberapa waktu lalu dilakukan kegiatan bersama Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, yang membahas ekonomi hijau. Dikatakan Ihin, Bank Indonesia sudah punya komitmen untuk mendorong ekonomi hijau di Kaltara. Dengan harapan, dari dinas teknis seperti Biro Perekonomian, Disperindagkop dan UKM, Dinas Pertanian dan dinas lainnya bisa melakukan aksi. Serta memikirkan yang akan dilaksanakan.

“Intinya, kita jangan membuat pernyataan saja. Tapi paling penting ada aksi nyata. Siapa yang berbuat apa, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” harapnya.

Politisi Hanura ini juga mengatakan, semua hal yang menguntungkan sisi masyarakat dan pemerintah akan mendapatkan dukungan penuh dari DPRD Kaltara. Pihaknya selalu memberikan support, agar semua yang dilakukan pemerintah mendatangkan manfaat.

Apapun alasannya, karena ingin Kaltara dibangun dengan ekonomi hijau yang berkelanjutan. “Ada banyak potensi yang harus dikembangkan dalam mencapai ekonomi hijau ini. Mulai dari menjalin kerja sama dan memberikan peluang bagi investor, dengan syarat ekonomi hijau harus terlaksana,” ungkapnya.

Hal terpenting, dalam tujuan ekonomi hijau di Kaltara. Pemerintah harus selektif untuk memberikan izin-izin kepada kegiatan-kegiatan notabene pihak ketiga. Sebagai wakil Pemerintah Pusat di Kaltara, harus selektif dan jangan sampai nantinya ada yang merusak lingkungan. (*)

Pos terkait